Aitai
Rabu, 21 Agustus 2013
@8/21/2013 03:47:00 PM
Disclaimer :
- Ryokushoku o Obita punya para tuyul bersaudara.
- Semua karakter yang disebutkan adalah kepunyaan PMnya masing-masing.
Pertama, ini pendek banget, tapi menurut gue ini kena~ #APA (//v//) halah kemampuan FF gue sudah menghilang *ihik*
Kedua : Timeline term sekarang, tapi gue udah lupa, di Ryoku tahun berapa ya? Nana sama Lee Min-Hwan sekelas apa enggak sih? #dor.
Ketiga : Again, Fanfiction Challenge !! Challenge dari Lala (@cmsnw) buat karakter Nana dan Lee punya Mika (@fauxsourire). Seperti biasa, gue tekanin kalau semua yang terjadi tidak ada sangkut paut dengan plot chara yang terlibat. alias murni fanfiction. Dari sekian banyak draft bangkotan di blogger gue, di laptop gue, yang ga nyangka udah setahun lamanya gue anggurin, baru ini yang kelar HAHAHAAH. Ah udah ah banyak bacot gue. Akhir kata, happy reading~
“—That’s why, I want you alone to know this sadness and the same pain as me—”
Hari ini aku melihatmu berlalu begitu saja di depan pintu kelasku, yang sampai sekarang aku tidak pernah bisa mengerti, sihir apa yang kau gunakan sampai-sampai bayang-bayangmu selalu berhasil menarik pandanganku. Aku melihatmu dengan jelas, sangat jelas, mulai dari gerak rambutmu yang menari-nari di tiup angin, tanganmu yang menyentuh tembok sudut demi sudut, gerak mulutmu yang berbicara tanpa suara seolah bergumam pada udara.
Aku melihatmu.
Sering kali kudapati kedua alismu bertautan, mengerenyit keheranan—atau mungkin kebingungan—dengan apa yang terjadi dihadapanmu. Matamu diliputi kegelapan, tapi telingamu menangkap kebisingan. Kau enggan menerima bantuan, karena katanya takut merepotkan. Mulutmu berucap terima kasih terus-menerus, diselingi dengan kata maaf karena kekuranganmu. Kau berkata bahwa kau akan baik-baik saja, segalanya akan bisa kau lakukan dengan sendirinya. Namun sayang, kekuranganmu fatal, dan kau kelimpungan.
Aku tahu kemampuanmu.
Kadang kala, aku tidak bisa menebak ekspresi wajahmu. Matamu yang kosong mampu membuatku beranggapan bahwa itulah topengmu yang paling ampuh menghadapi kenyataan. Ekspresimu datar, gerak-gerikmu tenang, nafasmu teratur—padahal aku tahu, sekali pun kau adalah tunanetra, telingamu berfungsi dengan baik. Kau sering kali mendengar cemoohan orang-orang disekitarmu, mencelamu karena keterbatasanmu, mengeluhkan kekuranganmu yang membuat kebanyakan orang merasa direpotkan. Kau sering kali mendengar kata penolakan meski sekilas, seperti “ah” atau “engg” atau apa pun nada yang bersifat ragu-ragu. Tidak perlu melihat ekspresi, tidak perlu melihat keadaan sekelilingmu, kau tahu, orang dihadapanmu enggan denganmu. Matamu memang buta, tapi telingamu tidaklah tuli.
Aku memperhatikanmu.
Hanya aku.
- アイタイ-
-----------------------
Nana Kobayashi – Lee
Fanfiction Challenge by @deeladiladhila, request by @cmsnw
Title and quote © Suga Shikao – Aitai, 2013.
-----------------------
“Lee punya hidung yang mancung, ya?” kau katakan itu entah untuk keberapa kalinya, dan aku hanya bisa mengangguk membenarkan. Kulihat senyum merekah di wajahmu, dengan pipi merona kemerahan. Aku yang di puji, kenapa malah kau yang malu-malu? “Warna rambutmu, apa?” dia bertanya lagi, suaranya mengalun lembut di telingaku. Aku merinding. “Coklat kemerahan, ikal,” jawabku “dan warna rambutmu pun sama dengan warna rambutku, hanya saja rambutku sedikit lebih gelap warnanya.”
Gadis itu mengangguk polos. Lucu. “Kalau bibir Lee?” aku gelagapan meski itu hanya pertanyaan. “Tidak semerah bibirmu—maksudku, bibirmu juga tidak merah, warnanya jingga, dan—eh, bibirmu mungil, sedangkan bibirku tidak semungil bibirmu. Ya, kurang lebih seperti itu,” kau tertawa, padahal aku susah payah menjawab pertanyaanmu. “Nana,” ku panggil namamu dengan nada selembut mungkin, dan kau menatapku dari dalam kegelapan matamu. “Kenapa kau penasaran sekali dengan rupaku?"
Gadis itu tersenyum.
“—I want to see you. No one else but you—”
Label: Challenge, Fanfiction, Lee Min-Hwan, Nana Kobayashi, Ryokubita