Tahun baru, resolusi baru?
Rabu, 25 Februari 2015
@2/25/2015 10:39:00 PM
Halo selamat malam! Selamat tahun baru yang sudah berlalu dua bulan! Banyak hal yang terjadi disepanjang tahun 2014 kemarin, bahkan di penghujung tahun, buat saya rasanya seperti sedang berada di ujung tombak karena saat itu saya lagi puncak-puncaknya depresi, yang mau enggak mau, ternyata harus kebawa sampai awal tahun. Tapi, saya tetap merasa sangat bersyukur ternyata saya masih bisa melalui semua itu. Apalagi kalau bukan karena dukungan dari teman, keluarga, sahabat, dan juga--ehm, pacar.
Hal yang membuat saya depresi? Sebenarnya hal yang sangat lumrah; soal hubungan asmara, hubungan keluarga, konflik pertemanan, tempat tinggal, pekerjaan, misscommunication, pemikiran-pemikiran negatif, dan sebagainya yang sebenarnya sudah menumpuk dari lama, kemudian tahu-tahu sudah menyentuh limit sampai akhirnya yaaa emosi saya jadi nggak stabil (yang bisa saya katakan, down banget). Apalagi, saat itu saya tidak punya hasrat ingin melakukan sesuatu seperti hobby atau sekedar menulis blog begini (pfft). Meski ya, saya sempat jalan-jalan juga ke pulau tidung dan naik kuda untuk pertama kalinya, hehehe. Nanti kalau saya pegang leptop, saya ceritakan pengalaman jalan jalan ke pulau tidung!
Hmmm resolusi baru? Kayaknya sih nggak ada, dan ga mau ada. Maksud saya, bukannya saya nggak mau berkembang lebih baik atau berharap yang aneh-aneh atau apalah, tapi sebenarnya sih memang karena resolusi tahun ini sama-sama saja seperti resolusi tahun-tahun sebelumnya. Bisa lebih baik lagi, bisa lebih sukses, banyak rejeki, semakin dekat iman kepada Allah, berbakti pada orang tua, bisa lebih tepat waktu alias on time, daaaaan sebagainya.
Amiiiiiinn..
Apa lagi ya? Kayaknya setor post tahun barunya itu dulu aja deh, hehehe. Nanti insya Allah saya tulis perjalanan saya pas ke pulau tidung, mulai dari Bandung sampaaaai ke Bandung lagi. Nah, ini saya post dulu saja foto saya pertama kali naik kuda! Hehehehehe.
Label: Bandung, curhat, New Year, Random, Real World, Sylvester
Kenapa?
Kamis, 18 September 2014
@9/18/2014 11:29:00 PM
pertama, sering kali saya bertanya. Kenapa sih, sebagian besar masyarakat kita ini, kalau ada kejadian entah itu kecelakaan kendaraan, kebakaran tempat, atau apalah musibah lainnya, selalu saja dominan dipenuhi dengan orang-orang yang cuma nonton? Yang update status? Yang malah berujung menghalangi para petugas yang hendak membantu suatu musibah itu?
Contohnya waktu hari rabu kemarin, apa senin, saya agak lupa. Di daerah dekat kosan saya, tepatnya di jln sukarno hatta, terjadi kebakaran di warung bebek selamet, yang tepat di pinggir jalan. Kosan saya itu di jln parakan saat, belokan sebelum pengadilan dan lumayan jauh dari tempat kejadian. Tapi lucunya, dari depan kosan saya saja, jalanan udah macet! Stuck! Mana dari jalur lambat ke jalur cepat belokannya juga jauh!
Akhirnya, setelah bersabar dan berusaha keras menembus kemacetan, saya melihat warung bebek itu kebakaran dan jalanan macet karena 80% orang-orang di jalan itu sempat-sempatnya berhenti dan menonton!! Mending ya kalau berhenti buat ngebantu, lah ini berenti cuma buat ngeliatin, what the banget.
"Lah kamu kamu kenapa ga bantu?"
Tiap orang punya prioritas, dan saya saat itu harus balik lagi ke kantor. Menurut saya, orang yang mendahulukan prioritasnya lebih bijak ketimbang orang yang sengaja berhenti tapi do nothing. Dan parahnya, ketika saya berada di jalur pulang (yang berarti di sebrang dari tempat kejadian) banyak pengguna motor juga yang berhenti cuma buat ngeliat! Sumpah!!
Saya ga habis pikir dengan orang-orang yang sengaja berhenti cuma buat nonton sebuah musibah dan bikin jalanan macet itu, otaknya terbuat dari apa.
Enggak cuma kejadian kebakaran seperti ini, tapi juga misalnya kecelakaan motor juga sama. Iya ada yang bantu, pasti ada. Tapi juga orang-orang yang sengaja berenti dan update status juga ada. Jumlahnya ga kalah banyak lagi.
Kedua, saya ini suka sekali nonton film anak-anak di tv (lebih baik dari pada nonton gossip kan?) Salah satunya film ipin upin. Suatu hari, saya menonton satu episode yang membuat saya bertanya-tanya sendiri. Apakah itu?
Episode ipin dan upin yang saya tonton adalah tentang pelatihan pendidikan bagi anak-anak apabila terjadi kebakaran. Jadi suatu hari, sang guru datang ke kelas dan berkata bagaimana kalau terjadi kebakaran di sekitar kamu? Lalu anak-anak itu panik. Sang guru pun berusaha mengatur dan memberitahu anak-anak tentang sikap yang seharusnya dilakukan apabila terjadi kebakaran. Mulai dari jangan panik, cari tempat berkumpul, memanggil petugas kebakaran, dan tak lupa cara memadamkan api dengan sederhana seperti mulai dari memastikan arah angin, menggunakan alat yang ada, sampai membantu petugas kebakaran. Intinya di cerita itu, ipin dan upin diajarkan cara mengatasi musibah kebakaran bagi diri mereka sendiri dulu dan kemudian bagi orang lain.
Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri. Saat saya kelas satu sd dulu, atau saat saya masih duduk di bangku sekolah, apakah saya mengalami pendidikan seperti yang di tayangkan serial animasi ipin dan upin ini? Jujur saja, tidak pernah. Saya hanya diberi pelajaran bahwa kalau ada kebakaran, panggil damkar (dan bahkan sebelum twit @infobdg mengumumkan nomor penting di bandung, saya pasti sampai sekarang masih tidak tahu. Jujur saja.) Lalu bantu memadamkan api dengan air. Bergotong royong. Dan sebagainya.
"Dulu, apa sih yang kamu pelajari? Masa gitu aja ga tau?"
Dulu saya belajar matematika, fisika, kimia, ipa, ips, sejarah, dan lain halnya sampai muak. Saat itu sekolah saya masih dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang (ini pas sma, sd dan smp dari jam 7 sampai jam 12). Bayangkan, belajar selama itu saja saya tidak mendapatkan pendidikan seperti ipin dan upin dapatkan, apalagi anak-anak jaman sekarang yang jam sekolahnya saja (serta beban di tasnya) membuat saya sedih? Mungkin selain saya ada yang mendapatkan pendidikan semacam ini, tapi saya jamin, mungkin sebagian besar tidak.
Lalu apa hubungan dari point pertama dan kedua?
Dear pak Ridwan Kamil yang sangat, sangat, sangat saya hormati dan saya banggakan. Point pertama yang saya jelaskan menggambarkan etika dan sikap sebagian besar penduduk kota ini ketika terjadi sebuah musibah. Dan point kedua yang saya utarakan adalah hal yang seharusnya menjadi basic pengetahuan sayangnya tidak didapatkan sebagian besar oleh orang-orang pula. Dimana ketika terjadi kebakaran yang sebenarnya bisa cepat teratasi menjadi besar karena ketidak tahuan orang-orang tentang apa dan bagaimana yang harus ia lakukan.
Musim kemarau (oh cuaca akhir-akhir ini enggak jelas, tapi mari kita anggap sekarang sudah musim kemarau) mulai memasuki kota Bandung dan sebagian tempat akan menjadi kering sehingga potensi kebakaran akan sering terjadi. Mendapati hal ini, bolehkah saya memberi Anda sebuah masukan? Ada baiknya kalau kita meniru serial animasi ipin dan upin ini. Memberikan pendidikan-pendidikan kemasyarakatan seperti ini sejak dini, bahkan di mulai dari sekarang, tak pandang usia mau pun derajat.
Tidak hanya perihal kebakaran mungkin? Bisa misalnya tindakan untuk menjaga diri, atau misalkan ada hal yang mencurigakan bisa mendapatkan masukan dari kepolisian, atau kalau ada yang sakit mendadak bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana melakukan tindaskan pertolongan pertama dari pihak yang ahli seperti dokter atau yang lainnya, serta hal-hal sebagainya.
Dari berita yang saya sering kali lihat, kebanyakan orang mengalami musibah karena mereka tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Terlalu lama mengandalkan bantuan pemerintah sehingga lupa bagaimana caranya mandiri.
Sayangnya, memang tipikal kebanyakan masyarakat sudah seperti ini sejak lama, apa-apa protes, apa-apa menyalahkan pemerintah, apa-apa tinggal mengandalkan pemerintah. Kenapa sampai seperti ini? Bahkan tidak hanya mengandalkan pemerintah, namun juga meremehkannya. Mulai dari hal kecil seperti melanggar lampu lalulintas dengan dalih "ah polisi bisa disogok" atau memblokir jalan karena konfoi mobil-mobil mewah mau lewat seakan-akan jalanan milik dia pribadi. Ironis.
Andai kata masyarakat kita bisa lebih mandiri, mungkin mengatur kota jauh lebih mudah. Semoga kedepannya masyarakat kota bandung bisa lebih baik lagi.
Ps. Bandung culinary night sekarang bisa lebih cocok kalau disebut bandung culinary sosis night. No offense.
Pss. Blogger versi android dengan keypad oppo itu bikin stress ya.
Peace love and gaul.
Label: Bandung, life, Random; real world
17 Mei 2014, Kawah Putih
Rabu, 28 Mei 2014
@5/28/2014 10:47:00 PM
Halo! Sebenernya ini kejadian yang udah berselang dua minggu yang lalu, liburan kecil-kecilan sama pacar ke kawah putih pas libur waisak. Karena suntuk sama pekerjaan, dan juga selama kerja belum pernah jalan-jalan keluar kota buat bikin otak fresh, akhirnya setelah berunding panjang mau kemana dan lain halnya, kami memutuskan untuk pergi ke kawah putih ! Awalnya sih, kita mau ke pantai, mau liburan gitu, tapi karena ga cukup sehari dan biaya pengeluaran yang gede, ga jadi deh pergi ke pantai. Tapi piknik kecil-kecilan ke kawah putih juga menyenangkan, loh.
Perjalanan di mulai dari jam 10 pagi di kosan J. Karena ingin hemat dan mengulang piknik seru dengan sepedah keliling taman bandung beberapa waktu yang lalu, kita berdua ketagihan tuh buat bikin acara piknik-piknik unyu. Bikin onigiri atau bekel dengan harga yang super hemat, bawa minum sendiri, dan cemilan sendiri pula. Sebenernya sih, kita berencana pergi piknik itu dari pagi, tapi karena aku ini kebluk, tukang molor, jadi bablas deh. Dan setelah bikin bekel serta segala macamnya, kita berangkat ke kawah putih jam dua belasan. Terhitung lama masaknya, ya? Wajar, tadinya kita mau bawa bekel yang banyak, tapiiiiii pada akhirnya berujung di cemil-cemil ampe ludes juga sebelum di bawa. Huh. Tapi its okay, bekel utamanya tetep mantap.
Perjalanan berangkat ke kawah putih pake motor, sangaaaaaaaaaaaat panjang, lama, dan bikin pantat pegel. Begonya lagi, kita lupa isi bensin! Dan pas di daerah leuwi panjang, kita kalang kabut karena enggak nemu pom bensin satu pun! Bahkan, yang jual eceran juga ga ada. Tapi untung motornya J, Yello, adalah motor yang kuat. Kita kehabisan bensin dari rumah dan baru isi bensin di kopo dan yello bisa bertahan. Yello luar biasa, ya? *pukpuk yello* abis itu kita lanjutin perjalanan yang super panjang itu dengan keluhan enggak ada indomaret atau alfamart lah, pantat tepos, lah, ngantuk, jauh, dan sebagainya. Tapi jujur aja, perjalanan yang penuh keluhan barusan itu sangat menyenangkan. Apalagi, kita sempet-sempetnya ngeliat spongebob terbang! Hahahaha. Balon, maksudku. Sayangnya, kalau aku masih pake Javier, spongebob terbang itu bisa langsung aku foto, tapi karena Shena besar dan lumayan ribet, jadi ga sempet aku foto. Maaf ya. Tapi pengalaman lihat spongebob itu memang paling juara.
Then. Sepanjang jalan kita balapan sama mendung. Was-was antara apakah ini bakal hujan atau enggak. Belum lagi nanti di sana ada kabut atau enggak. Dan benar saja, begitu udah lumayan deket, ujan gede turun tiba-tiba dan seketika kami beku di jalan. Dingin, hujan, kaku, dan nembus badai. It was like.... asdfgjjklmn. Entahlah, dipikir-pikir sekarang, saat itu berkesan banget, tapi pas aslinya kita beku di jalan itu enggak banget. Hahaha. Dan benar, pas sampai di kawah putih, masih hujan meski cuma gerimis. Tapi jangan tanya dinginnya kayak apa. Tanganku aja ampe merah kayak kena alergi dingin, loh. Meski begitu, kita sangat menikmati piknik di kawah putih. Bekal buatan J sangat enak dan hebatnya sepanjang perjalanan (3 jam kurang lebih. Kita berangkat jam 12 nyampe jam 3 apa set4 gitu) bekal itu masih hangat! Enak! Habis makan, kita jalan-jalan ngelilingin kawah putih. Tapi sayangnya ga semua bisa kita jelajahin karena pas ke daerah atas alias kawahnya, kita naik kendaraan umum, motor ga boleh masuk dan kendaraan umum itu turun pas jam 5 sore jadi ya ga bisa ngejelajahin semuanya, deh.
Dan perjalanan pulang dari kawah putih ke rumah jauh lebih cepat dibanding berangkatnya loh. Dan omon-omong, baik perjalanan pergi maupun pulang, sepanjang jalan kita di hantui (?) Bau terasi, loh! Epik, ya? It was fun with you, J. Thanks for this moment XD.
Label: Bandung, curhat, J, Real World
All I want to say today is, Thank you.
Selasa, 14 Januari 2014
@1/14/2014 02:55:00 PM
Halo, apa kabar?
Wah, berapa lama gue ngacangin blog ini ya? Dengan segala macam cerita yang nunggak bahkan udah lupa juga, dengan segala macam kesibukan dan tetek-bengek lainnya, dengan segala macam keluh-kesah, emosi, air mata, dan lain halnya? Wah, kalau ngeliat dari lamanya hiatus dari blog, pasti banyak cerita yang seharusnya bisa gue tuang ya di sini? Tapi masalahnya otak gue kan rada-rada pikun juga hahaha jadi ya gue malem ini cuma mau menulis perihal nazar gue ya.
Ya. Perihal nazar yang gue ucapin adalah "kalau gue lulus nanti, gue harus nulis di blog ucapan terima kasih yang sepanjang-panjangnya, untuk semua orang yang memang turut-serta bantu Tugas Akhir gue" dan baru hari ini gue punya kesempatan buat ngebuka lagi blogger gue. Bukannya sok sibuk (meski memang gue sibuk sama urusan kayak kemaren persyaratan wisuda yang apaan, ngedadak bener, plus sekarang kerjaan kantor. Iya, gue udah kerja loh, hahahah), tapi emang kebetulan di rumah gue ga ada internet, dan untuk perihal internetan, gue diharuskan menclok sana, menclok sini. Dan sekarang ini, gue lagi menclok di kosan Dije, hehehe.
Bismillahirahmanirahim.
Tanggal 12 Juni 2013 lalu, gue dan temen-temen gue dinyatakan lulus dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Kriya Tekstil. Gue dinyatakan lulus dengan nilai yang bagus, alhamdulillah. Ketika gue ngedenger gue lulus dengan nilai yang bagus itu, gue langsung lemes di tempat dan nangis banjir. Allah ngejawab doa gue, dan Allah ga pernah luput ngeliat jerih payah gue. Alhamdulillah, gue ga bisa berenti sujud syukur kalau inget hal ini. Keputusan gue untuk ganti judul dan ngulang tugas akhir lagi dari awal adalah keputusan yang tepat dan di ridhai Allah, dan gue yakin, ini akan baik untuk kedepannya apa pun yang terjadi.
Pertama-tama, gue mau ngucapin terima kasih untuk Bu Fifi, selaku dosen pembimbing gue yang banyak ngebantu gue dari pertama kali gue masuk kuliah sampai akhirnya gue jadi anak bimbingan beliau. Beliau banyak ngasih gue arahan selama gue TA, yang sering ngegalakin gue (heheh) kalau gue males, dan banyak hal lainnya. Alhamdulillah, berkat beliau gue bisa ikut JFFF, bisa lulus dengan nilai yang baik, dan bisa mengenal teknik marbling dengan baik.
Pak Yanyan, selaku dosen pembimbing gue di TA sebelumnya, selain kata terima kasih, gue juga harus ngucapin maaf karena TA gue kemarin sama sekali tidak memuaskan dan pastinya membuat beliau kecewa. Padahal di bimbing oleh pak Yanyan itu sangatlah menyenangkan. Gue bisa perang emot sama beliau, bbm-an super woles aja bray, email-emailan juga oke, go green alias ga perlu ngeluarin banyak dana untuk ngeprint dan lain halnya. TA semester ini juga gue di bantu lagi sama beliau, soal penulisan laporan yang rese itu, beliau bantu, hehehe. Alhamdulillah, terima kasih banyak bapak!
Dear my best friend, Fitrani Puspitasari and Anggita Prasanti. Gue pertama-tama mau ngucapin maaf sebesar-besarnya perihal di lembang beberapa waktu silam. Gue masih ngerasa ga enak, masih suka sedih sendiri kalau keingetan hal itu, gue minta maaf sebesar-besarnya ya kawan-kawan. Tapi selain itu, gue juga mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya buat bantuan-bantuan kalian ke gue baik secara langsung mau pun enggak, buat doa-doa, dukungan, dan jerih payah kalian ke gue baik dalam hal TA, main-main, debat (?), makalah, atau hal-hal positif lainnya. Sari makasih udah banyak bantu gue, ngebolehin gue nginep meski cuma buat internetan di kosan lo (dan onye), hahahaha dan maaf ya gue sering banget ngerepotin lo dari kita kenal di TPB sampai sekarang kita mau lulus bareng-bareng, Onye juga, makasih banget udah banyak bantu gue, ngelawak-lawaknya, curhat malem-malemnya di kamar sari (dan sari semoga tidurnya ga ke ganggu hahaha), dan bantuan-bantuan kalian yang gue ga bisa jabarin satu-satu saking banyaknya (dan saking gue lupanya)(peace), semoga Allah membalas kebaikan kalian berlipat ganda dari apa yang kalian kasih ke gue. Doa gue selalu menyertai kalian, semoga sukses terus kedepannya. Amin. Gue ga tau mau nulis apa lagi, pokoknya terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih! Ayo kita pake toga bareng-bareng! Anw. Inget-inget gue ya yang masih ada di Bandung ini kalau kalian pulang ke Jakarta, jangan cuma mampir ke Bandung tapi gue di anggep ga ada. #plak
Mirna Livianisa, Otriya Kusuma, Anna Fuji, Tsu, dan Manda. Cewek-cewek berisik-tukang-gosip-tukang-buli-dan-di-buli yang sering nyamperin gue ke Bandung cuma buat gossip, hahahaha terima kasih waktu luang kalian buat gue ya, makasih udah ngajak gue melupakan TA ini, dan lawakan-lawakan serta asupan-asupan gossip yang enggak ada duanya! Gue bakal kangen kalian kalau kalian udah ga di bandung—atau bahkan kalau kita udah mencar-mencar. Ga ada lagi deh asupan gossip buat gue hahahaha.
Mbak Maya Aprillianty dan segenap karyawan HR photo yang udah jadi temen buat gue dan selalu nyapa gue kalau gue dateng ke HR (literally loh). Hasil foto-foto yang sangat memuaskan yang tanpa jasa mereka, terutama mbak Maya, hasil karya Tugas Akhir gue gak ada apa-apanya. Omong-omong soal kalimat "selalu nyapa gue kalau gue dateng ke HR" itu beneran loh, terutama mbak Maya. Jadi ceritanya waktu itu, pertama, gue mau cetak foto buat display TA dan tau-tau mbak Maya turun dari lantai 2 cuma buat nyapa gue. Terus pas gue mau pasfoto, mbak Maya juga lagi-lagi turun dari lantai dua buat nyapa gue "mbak dilaaaa apa kabar?" Dan ketiga pas gue sama J mau foto pakai toga, lagi-lagi mbak Maya juga turun dri lantai 2 padahal ya dipikir-pikir gue sama sekali enggak berisik dan di lantai satu ga ada mbak Maya hahahaha! Tapi sumpah loh, HR photo karyawannya rame banget dan menyenangkan! Hasil fotonya juga bagus! Terima kasih banyak ya :D
Silviana alias cipi yang udah jadi semi asdos buat gue, ampe nyuruh-nyuruh gue dateng ke rumahnya secara rutin buat asistensi TA gue (dan nyulik bahan-bahan pewarna hahahaha), yang udah bela-belain begadang bantuin gue buat ngedit foto buat display TA gue, yang udah marahin gue kalau gue males, yang jadi tokoh pendukung lawakan-lawakan di komik jurnal kampus gue (dan ga pernah marah sekalipun mungkin doi kesel sama gue, hahaha) dan banyaaaaak hal lainnya yang udah sering dia lakukan buat ngebantuin gue. Makasih cipi, lo bener-bener temen yang baik, sahabat yang pengertian, dan asdos yang galak! Hahaha!
Pak Udin ! Waw terima kasih banyak bapak atas jasa bapak buat ngejahit tas karya tugas akhir gue yang begitu memuaskan! Pak udin rela begadang demi ngerjain tugas-tugas akhir mahasiswa kriya yang kepepet, model aneh-aneh, dan material aneh-aneh pula termasuk gue! Hahaha! Gue enggak ngasih bahan kepepet sih, tapi sumpah deh kalau udah ngasih bahan, ga buang-buang waktu bisa-bisa besok atau lusanya, tas gue udah jadi! Ya ampun bapaaak, jerih payah bapak luar biasa banget, gak tau lagi gue harus ngebales jasa pak Udin dan keluarga kayak gimana lagi. Gue bener-bener berterima kasih sama bapak :D Terus Pak Nendi juga, yang sama-sama ngejahit tas karya tugas akhir gue. Hasil yang sama-sama memuaskan seperti hasil jahit Pak Udin! Hatur nuhun pisan bapak, semoga ga bosen sama saya yang mungkin bakal sering bulak-balik lagi ke tempat bapak buat bikin tas :p
Bapak-bapak penjahit baju sekalian, Pak Gandy dan Pak Wahyu yang rela saya kejer-kejer hampir tiap hari buat ngecek baju, yang ngeluarin saya dari lubang nista plus janji-janji tukang jahit lainnya, yang bener-bener rela banget ngeladenin saya yang banyak mau, terima kasih sebesar-besarnya! Bayangin aja, sehari jahit selesai! Kurang hebat apa lagi? Dan hasilnya juga benar-benar memuaskan! Oh, para penjahit di The Janggo (bener ga ya nulisnya?) yang di muararajeun (ini juga bener ga ya nulisnya?) terima kasih untuk baju-bajunya, hasilnya memuaskan juga! Alhamdulillah, berkat kalian semua, karya TA saya sangat memuaskan :D
Lanjut ke rekan-rekan mahasiswi ITB yang ikut show Jakarta Fashion and Food Festival, 2013, terima kasih sebesar-besarnya buat kerja sama dan kesan-kesannya selama show (dan sebelum show, tentu). Show pertama saya yang begitu memuaskan, yang begitu mendebarkan pula! Keren! Keren! Sukses buat kita semua, semoga kalian yang sekarang lagi dikejer-kejer tugas akhir (hihihihi) semoga lulus dengan hasil yang memuaskan, ya! Then, buat para model yang rela saya kejer-kejer buat fitting di luar jadwal seharusnya, Mutya dan Rahma, hatur nuhun pisan ya geulis! Sukses buat kalian :D
Buat para tukang parkir, tukang foto kopi, tukang jajanan, tukang pulsa, tukang warnet, tukang ngeprint, tukang jilid, dan semua tukang jasa-jasa lainnya, terima kasih banget yaaa, buat tukang print Jaya Abadi, makasih udah ngejagain notes cokelat TA gue yang berharga, yang penuh dengan isi data-data TA yang waktu itu sempet ketinggalan, huhuhu.
Buat keluarga besar, Mamah, Ayah, kakak-kakak sekalian, keluarga besar juga, terima kasih buat semua doa yang terus ngalir buat saya, yang enggak pernah putus, yang selalu nyemangatin saya, yang diem-diem ikut enggak tidur buat nemenin saya begadang, yang diem-diem ngecekin satu-satu karya saya barang kali ada yang kelewat, yang... saya enggak bisa nyebutin satu-satu, beribu terima kasih buat semua, terutama mama sama ayah, jasa orang tua emang ga ada abisnya, dan mungkin ga bisa saya balas, tapi Insya Allah, pelan-pelan saya pasti bisa membalas setidaknya sedikit dari jasa kalian. Maaf kalau saya sering banyak bikin marah, bikin kecewa, bikin nangis, dan lain halnya. Alhamdulillah, ijazah saya ini, saya persembahkan untuk kalian, terima kasih sebesar-besarnya, semoga ini membuka gerbang kesuksesan untuk kita semua, amin.
Terakhir, buat yang paling berarti, paling berjasa, paling bijaksana, paling pengertian, paling saya sayang, Harswanda Putra Sungadi, yang selama enam bulan full membantu saya mengerjakan tugas akhir, mengantar saya kesana-kemari, memberi saya semangat, membantu saya sampai rela menginap beberapa hari di rumah, ikut malem-malem ngedisplay karya di ruang sidang, malem-malem nganterin saya ngeprint juga di jaya abadi, bantu saya ngemarbling, dan banyak lagi bantuan-bantuan lainnya yang enggak bisa di sebutin satu-satu lantaran emang banyak dan *uhuk* lupa. Tapi saya benar-benar mengucapkan banyaaaaaak terima kasih, semoga kamu mendapatkan balasan kebaikan yang setimpal, bahkan kalau bisa lebih banyak lagi, lebih sukses lagi, lebih banyak rejeki, dan lebih banyak kemudahan dalam hal lainnya. Amin amin amin. I love you so much! Hahahahha
aduh malu gue nulis begitu di blog, tapi ga apalah, spesial, hehehe.
Ya ampun, tulisannya mulai dari gue-elo sampai berubah jadi baku, apa-apaan ya? Hahahah. Sebenernya sih masih banyak lagi orang-orang yang berjasa besar dalam pembuatan Tugas Akhir ini, tapi gue udah mulai lupa-lupa inget. Hehehe. Pokoknya, buat semuanya, terima kasih banget atas bantuannya, siapa pun kamu, baik yang ditulis di sini maupun engga, maupun yang membantu secara terang-terangan maupun doa, alhamdulillah, terima kasih banyak, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua, semoga Allah memberi kalian kesuksesan yang melimpah ruah, mendapatkan rejeki yang mengalir sederas-derasnya, serta rahmat dari-Nya pula. Amin, amin. Maaf kalau enggak gue tulis di sini semuanya, maklum, mulai lupa #plak.
Anw, gue udah diterima kerja loh! Alhamdulillah ! :D
Label: Bandung, Collage, curhat, Mahasiswa, Real World, Testimonial
Orang aneh; Pulang; Istirahat.
Sabtu, 16 Februari 2013
@2/16/2013 01:09:00 AM
Butuh waktu sekitar satu hari penuh untuk membuat rasa kesalku hilang seratus persen. Bisa di bilang, ini memecahkan rekor terlama aku melepaskan keluh-kesahku. Maksudku, biasanya, kalau aku menemukan hal-hal yang membuatku tertarik, dalam sekejap rasa kesalku hilang. Atau minimal, aku lupa dengan rasa kesalku. Tapi belakangan ini, tepatnya sejak sebulan yang lalu—full selama sebulan, tekankan itu—aku kesulitan mengendalikan emosiku. Yah, sebenarnya sih dari dulu, aku memang bermasalah dalam urusan mengendalikan emosi, kadang sekejap aku bisa meledak-ledak marah sampai mengeluarkan caci-maki dan berbagai cerca. Dalam sekejap pula, aku bisa tertawa-tawa untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu lucu, dan aku pun bisa menangis hebat untuk hal yang tidak terlalu sedih tapi kalau itu mampu menyentil perasaanku dan sukses membuatku terharu, ya aku akan menangis. Tapi kebanyakan orang bilang, aku orang yang aneh—bukan karena aku bisa meledak-ledak seperti itu, tapi karena aku orang yang terbuka tapi juga tertutup. Bingung? Aku juga. Tapi Reo berkata seperti itu. Sering. Otaknya memang sudah tidak waras.
Hari ini aku sengaja untuk pulang terlambat. Hujan masih rajin mengguyur kota Bandung dari siang sampai malam. Hujannya tidak terlalu besar, tidak dengan petir seperti kemarin-kemarin yang sungguh sangat cetar-membahana seperti kata artis Syahrini, tapi hujannya lumayan awet, yang bisa membuat kamu meringkuk di dalam selimut meski kamu sedang berada di ruangan tertutup sekali pun. Aku sebenarnya sedang banyak urusan, tapi untuk hal Daniswara—atau J biasa aku sebut—aku selalu berusaha meluangkan waktu, malah sesekali aku sengaja melupakan urusanku, biarlah aku kelabakan sesudahnya. Kali ini, aku pulang terlambat bukan karena Daniswara (ada sih, sedikit, tapi bukan karena itu juga), tapi karena Reo. Reo termasuk salah satu orang yang bilang aku ini aneh. Dan Reo juga termasuk salah seorang yang menyarankanku untuk melakukan hal-hal yang tidak biasanya aku lakukan untuk 'menyembuhkan'ku.
Reo bilang, 'coba gih, main-main sendiri, kali jadi waras' padaku sekitar seminggu yang lalu. Saat itu, aku hanya tertawa dan menyebutnya gila sekaligus mengomelinya dengan 'peraturan-tentang-malika-yang-tidak-boleh-di-langgar-seenak-jidat' tapi sekarang, mungkin aku akan menari gangnam style di depan coco sambil chatting dengan Reo untuk membuktikan bahwa sarannya itu—well, berguna. Hari ini aku pulang terlambat hanya untuk mengambil rute yang luar biasa jauh dari rumah, berputar-putar dan berganti angkot berkali-kali. Ludes sudah uangku saat itu. Tapi entah kenapa, aku senang. Ah, aku benar-benar harus menari gangnam style karena saran Reo luar biasa ampuh. Aku melihat banyak orang dari banyak tempat. Di tengah rintik hujan dan hiruk-pikuk sudut perkotaan Bandung yang tak aku pernah sempat aku lihat karena biasanya, kalau sudah jam malam, mataku fokus pada jalanan yang mengarah pada rumah dengan pikiran 'peraturan-tentang-malika-yang-tidak-boleh-di-langgar-seenak-jidat'. Malam ini, aku melihat bahwa; aku masih menemukan sebuah keluarga yang tidak terusik dengan kehadiran smartphone. Sebuah keluarga yang smart, dan point tambahan sederhana. Aku juga melihat sepasang sejoli yang masih menggunakan fasilitas trotoar dengan payung berwarna biru laut di Bandung—mereka berjalan berdua, sepayung berdua, ditengah-tengah kota yang bergelimang kendaraan roda empat atau dua. Dan di angkot, aku masih melihat ada orang tua yang mendengarkan celoteh anaknya dengan sabar di antara segelintir orang yang justru menyuruh anaknya diam ketika mereka ingin bercerita entah karena malu atau karena takut membuat penumpang lain merasa berisik. Aku melihat hal-hal yang tidak pernah lagi aku lihat belakangan ini, dan aku kangen.
Begitu aku pulang, aku kembali mendapati sebuah fakta dan realita yang biasanya aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Jangan tanya apakah itu hal yang positif atau negatif, aku sendiri tidak tahu. Aku tidak langsung menuju kamar, tapi aku berlalu menuju ruang kerjaku, melihat semua usahaku tak membuahkan hasil sama sekali. Bahasa kerennya, sia-sia. Dan saat aku sampai ke kamar, aku bercerita pada Reo dalam fitur Yahoo!Messenger tentang semua yang aku alami, dari saat matahari muncul di pagi hari, sampai kakiku menginjak kamar hari ini. Tidak dengan tarian gangnam style karena aku sama sekali tidak mengungkit soal saran Reo yang aku tepati. Hei, aku tidak licik, aku hanya mengendalikan situasi. Well, begitu disebutnya. Dan aku berkata pada Reo:
"Lo pernah ga, ngerasa enggak nyaman dalam satu keadaan, tempat, atau waktu secara bersamaan? Gue, setelah apa yang gue alami hari ini, gue merasa kayak gitu. Gue pengen pulang, pengen banget pulang yang padahal, lucunya, gue udah di rumah. Gue kangen sesuatu yang ga tau apa itu, gue pengen balik ke tempat yang kalau di tanya tempat apa itu, gue juga ga tau, yang jelas perasaan gue sekarang, gue pengen pulang, pengen banget pulang, Re."
Reo hanya menjawab singkat : "Lo makin aneh" lalu dia sign out.
Dan aku teringat Dhika.
Well, aku rasa aku ini bukan orang aneh. Aku hanya sedang frustasi dan depresi. Mungkin.
Label: Bandung, curhat, galau, Malika, Random, Real World, Reo
06 March, 2012 : Surprise !!!
Rabu, 21 Maret 2012
@3/21/2012 04:31:00 AM
-----------------
"Now let's welcome the next age*"
-----------------
Happy Birthday, Deela!!
06 March. 2012
Hei ho!! Halo semua!!
Apa kabar? Lama ya gue ga nge-blog soal real-world gue selain challenge atau hal-hal lainnya? Terakhir nge-blog palingan tentang cerpen sehari-hari, semacam diary berbentuk cerita dengan tokoh si Malika dan Matheo itu yang ga jelas, muahahahaha. Well, sekarang kebetulan gue tengah malem karena ga bisa tidur (soalnya sore udah sempet tidur sih) terus tadi tiba-tiba ke ingetan kalau Mama bilang foto-foto ulang tahun gue udah di upload sama Onye (thanks @onyeoye!) gue langsung deh buka laptop sama buka facebook buat nyomot-nyomotin foto terus pindahin ke sini. Hmmm, sebelumnya gue juga udah janji sama temen-temen gue di sebelah sana (dimana coba) buat nge-share tentang ulang tahun gue :3 rencananya sih mau post dulu di blog ntar baru di share di tumblr, ohohoho!!! Karena sekarang udah tanggal 21, artinya udah lebih dari seminggu yang lalu, jadi gue bakal ceritain hal yang gue inget-inget aja ya.
Tepat di tanggal 5 Maret sebelumnya, gue udah tidur cepet sekitaran jam sebelas, tapi tau-tau jam setengah satu gue ke bangun karena handphone gue alhamdulillah bunyi terus dari temen-temen yang ngucapin selamat ulang tahun (paling pertama Kat!!! Kyaaaa!!!). Dan gue seneng, cengengesan, sambil nyampah di twitter soal Laruku yang tanggal 7 konser di Bangkok (DAMN!! KALAU GUE DATENG ITU HADIAH ULANG TAHUN BUAT GUVHEEE *heh*) terus ya alhamdulillah seperti biasa, di twitter rame yang ngucapin ulang tahun (dan bahkan Anna @hoshizora pun ngucapin selamat buat gue pagi buta, aw aw!! so sweet!!)
Pas gue ulang tahun itu, gue kebetulan lagi drop, kondisi gue ga sehat jadi gue gogoleran aja di rumah. Dan karena itu hari selasa, gue inget gue harus kuliah komik kata Mama sih jangan ke kampus, tapi mengingat gue udah banyak bolos kelas komik karena prs, jadilah gue maksain diri. Sekalian ke Bumega supaya bisa beli obat sama cek tekanan darah. Entah disebut hari keberuntungan gue atau emang gue lagi berkah banget di hari ulang tahun, dosen gue ngizinin gue absen terus pergi padahal gue cuma bilang "pak saya mau ke dokter". Eh ga taunya, pak Alva ngizinin gue pergi ke bumega saat itu juga, ngasih lembar uts dan washooii~ *hei*
Sedikit intermezo, selama empat tahun kuliah di ITB, baru saat itu juga gue daftar jadi anggota pasien (?) Bumega. Daftar di hari ulang tahun seems like awkward moment. Dan bener aja, baik petugas bumega dan dokternya, mereka enggak tau kompak atau punya telepati atau bahkan punya kekuatan cenayang, mereka sempet ketawa ngeliat kartu anggota pasien gue, katanya mereka kasian, hari ulang tahun kok sakit =)) =)) well, gue juga berpikir yang sma sih jadi gue cengengesan.
Selama gue berobat, ternyata Fuji (@reanity) sedang ada di Bandung. Dia inget janji dia tahun lalu yang pas lagi sibuk-sibuknya Java Jazz dia mau ngerayain ulang tahun gue. Enggak, dia gak bela-belain ke Bandung demi gue kok, kebetulan aja dia lagi ada kerjaan ke Bandung sama ngambil titipan ibunya. Gue pikir, dia mau langsung pulang ke Jakarta, tapi ternyata dia dateng ke rumah! Bawa banyak kue buat ulang tahun gue!! Salah satunya cake coklat yang super enak~
 |
| Chocolate cake from @Reanity !!! |
Tadaaa!! Menggiurkan? Sangat! Strawberry-nya super enak loh, <3 Coklat ini juga enggak begitu manis, malah kata gue rasanya pas banget. Gak pait juga. Karena waktu itu di rumah cuma ada gue, bokap, sama nyokap, jadi baru di potongnya kecil-kecil, kakak-kakak gue kan pada kerja lah ya. Selain kue ini, Fuji juga bawa puding yang dijadiin pengganti kue ini buat dia (dia ga suka manis soalnya, fyi) tapi dia bawa pudingnya banyak, lagi-lagi di hibahin ke gue, so gue dapet buanyak kue dari dia~ Really-really thank you, Fuji-chan!! Surprise kecil-kecilan yang bikin gue speechless.
Karena gue baru nyampe rumah itu jam enam sore, dan Fuji dateng ke rumah gue jam setengah tujuh, setelah makan kecil-kecilan, gue sama Fuji yang udah capek (meski beda aktivitas) masuk kamar buat istirahat. Tapi ga nyampe setengah jam, kakak gue di luar teriak-teriak manggil gue, katanya ada temennya, banyakan, COWOK!!!. Seriously, gue langsung bengong. Siapa yang niat dateng malem-malem ke rumah gue, cowok pula? Seinget gue, siang hari Daffi (@catudaya) emang niat dateng ke rumah bawain titipan post-it yang gue mau, tapi ya kali malem-malem dateng sendirian emangnya dia tau rumah gue? Karena ga bisa nge-suggest siapa yang dateng, dan epiknya ga ada kerudung, gue buru-buru pake ciput (daleman kerudung) dan jaket yang ada tudungnya buat nutupin rambut, dan begitu gue ngelongok—
—TADAAAA!!!
 |
| Happy Birthday, Deela!!! |
Surprise!!! Coklat gede warna putih dengan taburan coklat bulet-kecil-kayak-cha-cha-warna-warni. langsung di sodorin Daffi beserta temen-temen gue yang lain!! Sari (@fipuspitasari), Onye (@onyeoye), Tochi (@qilladhitama) dan Aldy (@aldyeah) dateng sambil cengangas-cengengesan. Enggak ada nyanyi-nyanyi karena kayaknya kalau di gambar versi komik, muka gue jadi kayak emot bego yang melongok dengan mulut kebuka gede banget kayak goa. BUT OVERALL, ini bener-bener biking gue ketawa kayak orang yang bener-bener ga tau harus bereaksi kayak apa saking ga kebayangnya ternyata ada surprise buat gue...
 |
| I've got two cake!!! Yappariii~! |
Nah, yang putih itu ternyata kue warna warni~ Larc Cake kalau gue bilang. DAN INI ENAK BANGET YA TUHAAAANN!!! OHOHOH! Katanya, yang merah itu darah perjuangan anak-anak, biru itu tangisan, terus kuning itu lemak, terus mereka bikinnya lima hari lima malem gitu hahahahah lawaknya udah juara, gue ga ngerti lagi mereka kepikiran banget nentuin warna-warna itu definisinya apa =)) =)) Enggak, mereka gak bikin, mereka beli kok, gue meragukan mereka bisa bikin, bahannya dari wantex karena keseringan kuliah di Kriya atau bahkan cat poster karena kuliah di FSRD kali ya... #YAKALIDEL
 |
Potong Kuenya!
Gue langsung ngejerit "WAAAH KUE LARUKU!!" secara refleks loh =)) =))
potongan pertama jelas buat bokap nyokap gue~ baru ke tochi, onye, sari, aldy, sama daffi~ |
 |
| dari jam delapan, sampai jam sepuluh ngobrol lawak sambil ngabisin kue~ |
 |
dari kiri ke kanan (atas) Fuji, Qilla, Daffi, sama Aldy.
Dari kiri ke kanan (bawah) Sari, Gue, sama onye~ |
Gak bohong, gue bener-bener makasiiiihhh banget buat mereka semua yang udah sempet-sempetin dateng ke rumah gue, surprise kecil-kecilan bawa kue gede, ngerancau di rumah gue, ketawa-ketawa bareng gue, dan inget ulang tahun gue yang padahal gue gak pernah bisa ngebayangin ini sebelumnya =)) =)) Makasih juga buat temen-temen yang udah ngucapin selamat di twitter, tumblr, facebook, sama bbm yang ga bisa gue bales satu-satu, maaf kalau gue malah berbuat sebaliknya atau apa =)) =)) Perfect day!!
Dan gue, menyandang angka satu di kepala dua, semoga bisa lebih dewasa dan bijaksana. Amin!!
Thank you all, maaf kalau gue nulisnya ga lengkap soalnya mengingat kapasitas otak gue (dan sekarang subuh) gak begitu bisa menampung banyak hal, gue minta maaf banget kalau ceritanya geje dan kelewat ini itu. Tapi gue ga bosen ngucapin makasih, makasih, makasih banget. Wish you all the best too! Sukses segala-galanya, dimudahkan rejeki dan jodohnya (eh) dan juga selalu dalam lindungan Allah, amin!! =))
Sekian ah curhatannya, gue bener-bener ga bisa inget apa-apa lagi =)) =)) washooiii ~!!!!
Label: Bandung, Birthday, Random, Real World
RYK48 : GATHERING RYOKUBITA
Minggu, 18 Desember 2011
@12/18/2011 01:26:00 PM
注意してください!
Chuui Shite Kudasai!
Jadi ceritanya, bakal ada Gath Ryokubita Jakarta (dan sekitarnya) sekitar bulan Januari nanti. Diadain gath karena emang Jakarta udah lamaaa banget ga ngumpul (kalau ga salah terakhir ngumpul itu satu tahun yang lalu). Kebetulan emang Ndhez, sempet nge-twit gue dengan kalimat "udah lama ya jakarta ga ngumpul" dan sejak saat itu lah gue putusin buat yuk jakarta, kita ketemu sekalian main. Begitu rencana ini di kasih tahu, mereka semua antusias, kebetulan juga masih libur jadi masih bisa main-main, dan sempet tanya-tanya enaknya tanggal berapa. Awalnya sih tanggal 14, tapi mengingat tangga 14 banyak yang ga bisa, jadinya balik lagi ke tanggal 8.
- Hari/tanggal : Minggu, 8 Januari 2012
- Tempat : Central Park, Podomoro City, Jakarta Barat. (kumpul di Tribeca Park; dekat air mancur musikal)
- Waktu : 11.00 - selesai
- Perkiraan Biaya : Rp 60.000 rupiah*
- Contact Person :
- Jakarta : Dhez (@_1ban) ; Qilla (canna) : (@LadyCanna)
- Bogor : Miru (@meeRHU)
- Bandung : Deela (kodel) (@deeladiladhila)
- Info dan pengumuman lebih lanjut silahkan follow twitter @HikariJournal
Nah, ternyata antusias anak-anak Ryoku enggak cuma dari jakarta aja, tapi juga dari bandung dan bogor. Nanti yang dari Bandung bakal berangkat rame-rame, gitu juga yang dari Bogor. Kalau yang dari Jakarta sih dateng aja sendiri-sendiri ya. Dan seperti yang dirundingin sebelumnya, Gath #RYK48 ini dilarang bawa laptop & ipad! (bagi yang punya). Kenapa? Pertama biar semuanya fokus ngobrol, gak ada yang fangirling atau intinya sih, biar ga ketemu sama laptop lagi gitu. Totalitas ngobrol secara Real world gitu :3
Dan ini terbuka buat calon member juga kok!! Yuk dateng 8D
*Perkiraan biaya yang keluar, bukan transfer, dan bayar di tempat aja langsung. tidak ada pendaftaran sama sekali yang bisa dateng ya dateng, yang ga bisa dateng juga ga apa-apa. Biaya sudah termasuk untuk transport, makan, dokumentasi, dan biaya tak terduga lainnya (kecuali kalau mau bawa rantang sendiri dan dianterin mama dan papa) : p
Label: Bandung, Bogor, Gath, Jakarta, Ryokubita, Ryokuholics
Journal : Happy Birthday, Cannaria.
Selasa, 06 Desember 2011
@12/06/2011 02:47:00 PM
 |
Happy Birthday, Cannaria (21 y/o). |
Yak. Agak sedikit ngomongin soal Real World dulu ya yang itu artinya ngomongin kejadian kemarin pas ulang tahun si tochi. Hahahaha. Bukannya mau narsis, atau ga ikhlas, atau sombong atau apa ya, tapi ini kejadian yang super epik buat gue jadi gue harus nulis sebagai kenang-kenangan =)) =)) Kemarin itu adalah tanggal 5 Desember, yang berarti jadi hari ulang tahunnya IndoHogwarts dan juga ulang tahun salah satu sahabat namanya Aqilla yang kebanyakan orang kenal dia sebagai Cannaria, atau buat gue juga anak ITB lainnya manggil dia Tochi.
Bermula dari seminggu sebelumnya, yang itu artinya hari Senin tanggal 28 November 2011, kebetulan anak-anak Bandung (yang cuma gue, lala, tsu, juga miru karena mau nonton Puss in the Boots *kyaaa*) lagi iseng jalan-jalan ngegalau di Ciwalk sampe maghrib gitu. Terus tiba-tiba kepikiran kalau Tochi minggu depan ulang tahun. Waktu itu gue celetuk pengen ngerayain, sekalian ngumpul-ngumpul sama anak-anak lainnya dan ternyata disetujuin sama mereka. Dan akhirnya setelah itu, hari sabtu sama minggu gue sibuk ngejarkom via twitter =)) #gaelit.
Dari hari sabtu, gue sempet ga mikir duit buat beli ini kue dari mana, yang gue pikirin cuma buat bikin semua anak-anak pada dateng. Dan yeah, gue hantuin tuh mereka (yang begonya cuma si Nce, Chika, sama dentiey alias gue ga inget rara sama dhilla huhuh sorry guys u__u ) supaya dateng ke acara dadakan ini. Dentiey ga bisa karena dia kuliah (susah banget ketemu ini orang huhuhu) sedangkan Nce bilang dia juga ga bisa karena mau nugas, dan Chika enggak ada kabar. Gue agak 'yaaah' juga sih sebenernya soalnya kalau cuma anak-anak ITB lagi dan ITB lagi kan ga rame, kalau cuma orangnya itu-itu lagi mending banjur Tochi di kost-annya #dikutuk. Tapi gue tetep ngajak yang lainnya buat ngerayain ini dan yah, thanks guys buat kerja samanya :D
Hari senin, tanggal 5 Desember 2011, sebenernya kalau boleh jujur gue baru bangun jam 10 siang #DIHANTAM dan hape gue kebetulan emang lagi sering mati. Bangun tidur, kalau kata lagu waktu anak-anak pastikan langsung mandi tapi kalau buat enggak, bangun tidur gue langsung buka twitter—yah gue langsung inget kok sekarang tanggal 5 wong semalem gue begadang #krik—karena gue yakin HP gue ga bisa di hubungin berarti twitter gue membludak. Dan yap, bener, mentions gue penuh dengan sederet pertanyaan dari anak-anak hari ini jadi atau enggak.
Lala sama Manda yang paling sering nanya. Well yeah, Lala emang gue ajak buat nyari kue dan Manda emang gue ajak buat jadi `pengawal`nya Tochi selama dia di ciwalk. Akhirnya setelah HP gue nyala lagi, sederet sms juga masuk, nanya yang sama. Ada sms dari Nce yang bilang kalau dia ternyata hari ini bisa dateng cuma telat (gue makasih banget ya dek udah mau usahain dateng, xoxo). Singkat cerita, begitu gue udah selesai mandi dan siap-siap ke kampus, udah nge-sms miru, tsu, lala, manda, nce, dan rara gue cabut ke kampus.
Ada yang lucu di sini.
Gue ke kampus sebenernya cuma pengen ngeliat jadwal UAS jadi gue pikir ya udah sih pake sendal jepit aja. Tapi pas gue pikir-pikir lagi, gimana kalau ketemu Dosen nanti? Dan gimana coba kalau ternyata hari ini gue beneran UAS? Ya udah akhirnya gue pake sepatu, ga jadi pake sendal. Sekitar jam dua belas kurang, gue di anter bokap ke kampus naik motor—pas di sekitar borromeus, yang notabenenya cuma beberapa meter dari kampus, tiba-tiba turun ujan besar (bukan deres, tapi tetesan airnya besar) dan berhasil bikin gue agak basah kuyup. Ah rite. sekali pun gue pake payung, tetep aja basah. (Thank you dad, sorry kalau jadinya ayah jauh lebih basah kuyup dari dila >_<)
Begitu gue sampai ke Kriya, dengan payung di tangan, faktanya gue dateng di jam-jam pegawai TU lagi pada istirahat dan faktanya lagi adalah minggu ini ternyata gue ga ada UAS—oh men, tau gini gue beneran pake sendal jepit—dan fakta ketiganya lagi adalah, selama perjalanan dari Kriya ke Bengkok itu hujan, tapi selama gue nunggu Lala itu reda. Cerah. Wah. Gue langsung pasang emot Y U NO.
Sepanjang gue nunggu Lala, gue ngejarkom semua anak-anak Bandung buat bagi-bagi tugas. Misalnya Manda tadinya gue minta tolong sama Tsu buat jagain Tochi (alias mereka yang jadi mata-mata itu anak satu buat gue #plak) ternyata enggak bisa karena dia harus nugas dulu jadinya gue minta tolong Miru buat gantiin tugas Manda. Dan alhamdulillah, Tsu sama Miru nyanggupin—thanks guys 8D—selagi gue sama Lala pergi merantau (?) nyari kue.
Pertanyaan pertama adalah "Beli kue-nya dimana?"
Jawabannya adalah "Laswi."
Pertanyaan kedua adalah "Naik angkotnya dari mana?"
Jawabannya adalah "Gak tau".
Pertanyaan ketiga adalah "Kamu orang bandung atau bukan sih?"
Lalalala~Rencana awalnya (yang direncanain seminggu yang lalu) kita mau beli kue cheese-cake di toko-kue-apa-itu di Laswi, yang tau toko itu cuma Lala sama Miru tapi karena hari ini yang nyari justru gue sama Lala, kita bingung =)) Setelah ngobrol ini dan itu, gue tanya enaknya dimana dan Lala bilang palingan di harvest sama kartika sari juga sama di toko kue yang di BIP gitu. Akhirnya kita putusin buat ke Harvest dulu aja—dan di sini gue baru inget kalau Dhilla juga orang bandung, dan baru gue sms ngedadak =)) #KRIK untungnya Dhilla langsung bisa dan bilang oke meski agak telat juga soalnya masih di sekolah—sepanjang perjalanan ke Harvest, cuaca udah agak mendung-mendung gitu dan sangat macet. Seangkot sama Asdos pula.
Karena risih sama Asdos, dan macet ga nahan, takut ngaret, gue sama Lala mutusin buat jalan aja ke Harvest toh dari dukomsel-mepet-bawah udah lumayan deket sama Harvest. Tapi lagi-lagi entah gue emang lagi sial, atau emang lagi ga hoki, pas turun dari angkot hujan turun lagi, kali ini deres banget. Buru-buru buka payung dan becek sana sini, gue sama Lala jalan nembus badai ke Harvest—ampe payung nyangkut ke sana dan ke sini, beneran udah kayak di doujin-doujin deh kalau nembus ujan yang payungnya ke bawa angin gitu-gitu. Basah kuyup teh beneran basah kuyup, gue yang lebih parah soalnya ga pake jaket plus pake baju warna ungu, sedangkan Lala yang kebetulan bawa JaHim plus pakai baju item-item jadi enggak begitu keliatan basah kuyup.
Nah, begitu sampai di Harvest kita bingung mau beli kue yang mana. Gue jelasin tuh banyak hal ke Lala soal beberapa hal yang enggak bisa jadi kriteria karena Tochi itu unik. Pertama, gue tau banget kalau Tochi enggak suka manis—dan katanya kue coklat di Harvest mau judulnya pait juga tetep manis—kedua, dia enggak suka yang begitu asem. Ketiga, dia enggak suka buah. Yeah, rite, Lala langsung pasang muka Y U NO.
Mungkin ada kali ya sepuluh sampe lima belas menit di Harvest cuma buat milih kue yang mana tapi ampe dikelilingin dua pegawai gitu, yang cowok sama yang cewek =)) Yang cowok ngotot buat pilih Triple Cho, yang cewek pilih yang buah. Akhirnya gue nelepon Miru karena bingung—dan hahahah gue nelepon miru di tengah-tengah dia lagi kuliah #digorok—tapi teleponnya ya gue kasih ke Lala biar mereka yang ngobrol #KRIK.
Setelah berbincang-bincang panjang lebar, akhirnya mutusin buat beli kue Cheese-cho gitu kata Miru soalnya enggak terlalu manis dan emang enak. Tanpa tedeng aling-aling lainnya, karena udah keburu capek ketawa sama pusing, langsung aja deh beli itu kue dan yang lucunya si penulis nama salah tulis, seharusnya "Cannaria" malah di tulis "Kanaria" dan Manda tiba-tiba sms "Maumaumau!! Mau ikut patungan tapi jangan diabisin kue-nya!!" *udahgangertilagilawaknya*
Udah selesai semua perlengkapan kue-nya, begitu keluar dari Harvest rasa-rasanya kayak baru keluar dari toilet terus langsung mules lagi. Perumpamaannya jelek ya? Abis mau gimana lagi, emang kayak gitu sih. Keluar dari Harvest gue sama Lala udah kayak yang makasih banget akhirnya bisa milih kue yang mungkin Tochi suka, atau seenggaknya suka gak suka ya udah di beli. Tapi pas keluar dari Harvest kita harus nembus hujan badai lagi, jalan dari Harvest ke BIP cuma buat naik angkot Kalapa Ledeng. Bener loh, kita berdua nembus badai lagi cuma buat naik angkot, udah ga ngerti lagi basah kuyupnya kayak apaan.
Perjalanan dari BIP ke Ciwalk pun masih tetep aja ujan, bahkan pas kita berdua udah nyampe Ciwalk, ujan berasa makin gede. Abis itu tanpa ba-bi-bu lainnya, kita langsung pecicilan di Jogress buat nyari sendal jepit karena sepatu kita (yang sampai saat itu gue nyesel banget ga pake sendal ke kampus) basah ampe dalem-dalem. Tapi ternyata di Ciwalk harga sendal jepit rasa-rasanya kayak harga kita beli pulsa buat internet. MAHAL GILA -___- Well, Lala bilang karena akhir tahun seharusnya ada diskonan jadi mungkin di Yogya supermarket pasti ada sendal jepit. Dengan menembus badai entah-udah-yang-ke-berapa-kali, gue sama Lala masuk ke Ciwalk buat nyari sendal jepit.
Emang sih ada yang diskonan, tapi tetep aja mahal. Akhirnya ujung-ujungnya kita beli sendal jepit swallow gak pake nawar-nawar, asal comot, bayar, pake. Si mbak-mbak kasir Yogya juga sempet nanya ke gue "di luar hujan ya mbak?" dan gue dengan wajah serius cuma bisa bilang "Badai mbak". Hahahaha #dibuang. Yah, begitu sendal udah di pake, sepatu udah aman di kantong plastik, payung udah di tangan siap sedia, kita keluar buat beli makanan di KFC (karena belum makan siang) udah bakalan oke-oke aja kalau ujan mau basah kayak apaan, toh udah pake sendal—tapi begitu keluar, kita shock. DI LUAR UDAH KERING KERONTANG SAUDARA-SAUDARA!!! UJANNYA BERHENTI!! ARGH!!!—berasa banget dipermainkan oleh cuaca, sumpah.
Udah puas ngumpat-ngumpat, udah puas makan, gue sama Lala balik lagi ke Jogress buat beli korek api sambil nunggu anak-anak yang satu-satu mulai dateng (sekitar jam setengah tiga, kalau ga salah), ada Nce, terus di susul Dhilla (mereka langsung heboh, oh yeah) dan Tsu, Miru, juga Tochi. Untungnya itu cake udah gue sembunyiin dulu di kasir Jogress jadi dengan muka polos gue ber-kyaaa-kyaaa girang begitu mereka dateng. Rencana awalnya sih tadi mau pada langsung makan siang di Tong-tong (dan surprise gitu.) tapi mereka akhirnya nyemil dulu. Gue udah was-was aja tuh kalau-kalau mereka cuma diem di Jogress—bisa batal.
Tapi lagi-lagi karena kerjasama yang oke dari mereka semua, akhirnya setelah makan mereka ngegiring (nidji) tochi ke Tong-tong dan gue sama Lala nyusul ke sana bawa kue. Nyalain lilin angka satu-nya juga susah payah, terus coklatnya ngeleleh, pokoknya udah-gak-indah-lagi-deh. Tapi untungnya tetep jadi surprise buat Tochi dan yah, rame-rame ngucapin selamat gitu, terus ngobrol-ngobrol. Di tengah-tengah serunya perbincangan, ada SMS lagi dari Manda : "Kuenya sisaiiiiinnnn!!!" dan gue beneran udah ga ngerti lagi lawaknya kayak apaan.



Setelah semuanya dateng, udah ngumpul, ngobrol ini dan itu, ngobrol ini dan itu, akhirnya kita mutusin buat foto-foto (gue sih yang ngusulin hehe) di papyrus. Sumpah, buat gue ini moment yang paling oke, yang paling lawak, yang paling menyenangkan dan yang paling bikin gue ngerasa semua basah-basahan gue terbayar sudah. Udah ga ngerti lagi lawaknya kayak apa, pokoknya super seru. Sempet-sempetnya lagi foto kita bully Manda, Miru, sama Nce. Sempet-sempetnya lagi di foto gue di kelikitikin, sempet-sempetnya lagi foto gue nangis karena capek ketawa. Si mas-mas fotographer-nya juga kayaknya udah WTF ngeliat kita. Tapi sayang, dari 25 foto cuma bisa diambil 5, kalau mau ambil semua berarti ya bayar lagi 10 ribu per foto. Gak worth it sih, tapi cukup buat masuk kriteria OKE!!!
Rencananya besok setelah semua tugas gue selesai (dan kalau sempet) gue mau ambil lagi foto Papyrus itu (semoga masih ada amin) di Ciwalk. Gue bener-bener mau semua foto itu, pokoknya harus. The best moment Ryokuholics Bandung soalnya hahahaha. Well, sayang banget Rara, Chika, sama Dentiey ga ikut, kalau mereka ada juga semua anak Bandung lengkap deh.
Setelah semuanya selesai, kita pulang pisah-pisah, sempet ngobrol dulu di Jogress (lagi) dan baru deh pulang ke rumah masing-masing dianter Miru. Tapi ujung-ujungnya hari ini gue sakit, hahahaha gak apa, gue cukup terhibur dan cukup merasa batre-niat-tugas-gue udah ke isi :D yuk mari, gue nugas lagi : )
Selamat ulang tahun sekali lagi buat Tochi dari kami, btw : )
Label: Bandung, Birthday, Gath, Journal, Real World, Ryokuholics